Nasihat Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah Terkait Julukan Wahabi
📖✍️🌱 Nasihat Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah Terkait Julukan Wahabi

❓Pertanyaan, “Wahai Syaikh yang mulia, semoga Allah memberimu taufik. Mengapa orang-orang yang mendakwahkan tauhid di berbagai tempat, dijuluki dengan Wahabi? Penyematan istilah tersebut sejak (zaman) Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab. Perlu diketahui, istilah ini (Wahabi) membuat manusia menjauh dari dakwah tauhid.”
▪️ Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah menjawab,
“Tidak, demi Allah. (Istilah Wahabi) tidak membuat manusia menjauh. Justru istilah ini (Wahabi) membuat kita bangga (mulia). Walillahil hamd (segala puji hanya bagi Allah).
(Apabila) orang-orang yang mendakwahkan tauhid diberi gelar Wahabi, lalu orang-orang yang menyeru kepada kesyirikan, disematkan gelar apa? Jahili (nisbah kepada orang bodoh).
(Istilah Wahabi) justru membuat kita bangga (mulia). Biarkan saja mereka menjuluki Wahabi. Alhamdulillah. (Istilah Wahabi) ini adalah persaksian dari mereka bahwa dakwah Wahabi adalah dakwah kepada tauhid.
Pemilik Qashidah Lanjah [1] mengatakan,
إنْ كَانَ تَابِعُ أَحْمَدٍ مُتَوهِّبًا * فَلْيَشْهَدِ الثَّقَلَانِ أَنَّنِي وَهَّابِي
"Seandainya pengikut Ahmad (yakni Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam) dinamakan Wahabi,
maka hendaklah jin dan manusia mempersaksikan bahwa aku adalah seorang Wahabi."
Yang dimaksud Ahmad [2] di sini adalah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.
📚 (Salah satu tanya jawab dalam pelajaran Syaikh Shalih al-Fauzan ad-Durr an-Nadhidh fi Ikhlash Kalimah at-Tauhid pada 29 Jumadilakhir 1432 H)
▪️Catatan kaki:
[1] Beliau adalah al-Allamah ‘Imran bin ‘Ali bin Ridhwan al-Haritsi asy-Syafi’i al-Farisi al-Linjiy rahimahullah (wafat 1280 H)
[2] Di antara nama Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam adalah Ahmad, sebagaimana dalam surah ash-Shaf: 6.
🌏 Selengkapnya:
https://asysyariah.com/benarkah-wahabi-adalah-pintu-masuk-terorisme/
📲 https://t.me/asysyariah/2533

0 Comments